Langsung ke isi
Dapur Selatan

Biaya · 6menit baca

Satu tumpeng 15 porsi sebenarnya habis berapa

Kami bongkar struk belanja satu tumpeng syukuran, baris per baris, plus jam kerja dan gas. Angkanya Rp 1.008.000 untuk 15 porsi. Ini kenapa tumpeng Rp 450.000 di marketplace bikin kami curiga.

DitulisWayan Sri Utami, Kepala dapur dan pemilik27 Mei 2026
Dilihat dari balik kaca, juru masak berjaket putih berdiri di depan oven kubah berubin hijau toska dengan cerobong kuningan

Tiap kali kami kirim penawaran tumpeng, ada satu dari lima orang yang balas begini: “Di marketplace ada yang Rp 450.000 lho kak.”

Ada memang. Dan saya nggak mau bilang mereka menipu, karena saya nggak lihat dapurnya. Yang bisa saya lakukan adalah membuka struk kami sendiri, baris per baris, supaya kamu bisa membandingkan dengan angka, bukan dengan perasaan.

Ini tumpeng syukuran 15 porsi kami, harga jual Rp 90.000 per porsi, jadi Rp 1.350.000 sebelum ongkos antar.

Belanja bahan

Harga pasar Denpasar per Mei 2026, dibeli di Pasar Kreneng pagi hari.

Bahan Biaya
Beras 3 kg untuk nasi kuning Rp 45.000
Kunyit, serai, daun jeruk, daun salam, santan kelapa Rp 35.000
Ayam kampung 2 ekor, dibumbui utuh Rp 130.000
Telur 15 butir dan bumbu balado Rp 48.000
Tempe 500 g untuk orek, plus kacang tanah Rp 25.000
Sayur urap dan kelapa parut segar Rp 40.000
Sambal goreng kentang dan hati Rp 55.000
Kerupuk dan pelengkap Rp 20.000
Daun pisang, tampah bambu, hiasan Rp 60.000
Total bahan Rp 458.000

Per porsi, bahannya saja sudah Rp 30.500.

Jam kerja, bagian yang paling sering hilang dari hitungan

Ini yang bikin tumpeng mahal, dan ini yang paling gampang disembunyikan kalau seseorang mau memasang harga rendah.

Nasi kuning yang benar dikukus dua kali. Sekali setengah matang dengan santan dan kunyit, didiamkan, lalu dikukus lagi sampai pulen. Total 2 jam 20 menit dan seseorang harus berdiri di situ karena santan gampang gosong di dasar.

Ayam kampung yang dibumbui utuh butuh 3 jam: 1 jam diungkep, 40 menit didinginkan supaya bumbunya masuk, lalu dipanggang. Urap harus dibuat pagi itu juga, kelapanya nggak boleh diparut malam sebelumnya kalau kamu nggak mau bau asam di jam ketiga acara.

Menyusun tumpengnya sendiri, mencetak kerucut, menata lauk melingkar, membungkus tampah dengan daun pisang, itu 50 menit lagi dan harus dilakukan orang yang tangannya sudah biasa.

Totalnya kira kira 6 jam kerja untuk 2 orang. Upah dapur kami Rp 35.000 per jam per orang, sudah termasuk BPJS dan makan.

6 jam x 2 orang x Rp 35.000 = Rp 420.000.

Angka ini hampir sama besar dengan seluruh belanja bahannya. Itu bukan kesalahan hitung, itu memang sifat masakan Indonesia yang benar: yang mahal bukan bahannya, tapi waktunya.

Sisa biaya yang nggak kelihatan

Pos Biaya
Gas, listrik, air Rp 45.000
Kemasan, tampah, es batu, plastik wrap Rp 55.000
Bensin dan waktu sopir dalam kota Rp 30.000
Total Rp 130.000

Jadi berapa totalnya

Bahan       Rp   458.000
Tenaga      Rp   420.000
Overhead    Rp   130.000
--------------------------
Modal       Rp 1.008.000  untuk 15 porsi
Per porsi   Rp    67.200

Harga jual kami Rp 90.000 per porsi. Margin kotornya Rp 22.800 per porsi, atau 25 persen.

Dua puluh lima persen kedengarannya banyak sampai kamu ingat bahwa dari situ masih harus keluar sewa dapur, izin PIRT dan sertifikat laik higiene, asuransi, admin yang membalas WhatsApp, dan biaya acara yang batal mendadak. Sisa bersihnya sekitar 8 sampai 10 persen. Untuk tumpeng Rp 1.350.000, itu sekitar Rp 120.000 masuk kantong.

Balik ke tumpeng Rp 450.000

Kalau ada yang menjual tumpeng 15 porsi seharga Rp 450.000, artinya harga jualnya di bawah biaya bahan kami saja. Kemungkinannya cuma beberapa:

  • Ukuran porsinya lebih kecil. Tumpeng “15 porsi” yang isinya cukup untuk 8 orang dewasa yang beneran lapar.
  • Ayamnya bukan ayam kampung. Selisih ayam broiler dan ayam kampung untuk 2 ekor bisa Rp 80.000.
  • Tenaga kerjanya nggak dihitung karena yang masak adalah pemiliknya sendiri, dan dia menganggap waktunya gratis. Ini yang paling umum, dan ini yang bikin usaha katering kecil tutup dalam dua tahun.
  • Lauknya lebih sedikit jenisnya. Tumpeng dengan tiga lauk memang bisa jauh lebih murah dari tumpeng dengan tujuh.

Nggak satupun dari itu penipuan. Tapi kalau kamu membandingkan dua angka tanpa membandingkan isinya, kamu bukan sedang membandingkan harga, kamu sedang menebak.

Yang bisa kamu tanyakan ke vendor manapun

Empat pertanyaan ini akan langsung memisahkan penawaran yang jelas dari yang kabur:

  1. Berapa gram nasi per porsi?
  2. Ayam kampung atau broiler, dan berapa potong per porsi?
  3. Berapa jenis lauk, dan berapa gram masing masing?
  4. Harga itu sudah termasuk tampah, daun, dan hiasan, atau itu tambahan?

Kami senang ditanya begitu. Dapur yang nggak mau menjawabnya biasanya punya alasan.

Tulisan lain

Hitungan · 5menit baca

Acara 40 orang butuh berapa porsi? Bukan 40

Jumlah tamu bukan jumlah porsi. Ada tiga hal yang mengubah angkanya: lama acara, ada anak atau nggak, dan prasmanan atau kotak. Ini rumus yang kami pakai sendiri tiap pagi.

Wayan Sri Utami · 8 Jul 2026

Logistik · 5menit baca

Kenapa lauk panas gagal di perjalanan 90 menit

Bukan karena kurang niat. Ini soal suhu, uap, dan tekstur yang runtuh pada menit ke berapa. Ini angka yang kami ukur sendiri di mobil boks, dan alasan menu tertentu nggak kami antar ke Uluwatu.

Komang Adi Putra · 19 Jun 2026

Untuk kantor · 5menit baca

Pesan makan siang kantor tanpa drama, lima langkah

Yang bikin pesanan kantor kacau hampir nggak pernah makanannya. Biasanya headcount yang salah, jam kirim yang nggak jelas, dan nggak ada yang siap menerima di lobi. Ini cara merapikannya.

Putu Dewi Anggreni · 14 Apr 2026

Langkah berikutnya

Kirim empat angka, sisanya urusan kami

Jumlah orang, tanggal, zona, dan menu yang kamu incar. Kalau belum tahu menunya, kirim tiga saja, kami yang menyarankan.